RSU Bhakti Husada Banyuwangi Jadi Official Medical Team Tour de Banyuwangi Ijen 2025

RSU Bhakti Husada Banyuwangi Jadi Official Medical Team Tour de Banyuwangi Ijen 2025

Siapkan Mini ICU dan Kawal Kesehatan Atlet Hingga Garis Finish

BANYUWANGI ? Event balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025) kembali menghadirkan persaingan sengit pembalap dunia di lintasan menantang Gunung Ijen. Di balik adrenalin dan kecepatan para pembalap, ada tim medis yang memastikan keselamatan mereka dari start hingga finish. Tahun ini, RSU Bhakti Husada Banyuwangi dipercaya menjadi official medical team yang bertugas penuh mengawal kesehatan peserta, official, hingga tamu undangan.

Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Banyuwangi, RSU Bhakti Husada mengerahkan kekuatan penuh. Tak hanya menurunkan dokter dan perawat berpengalaman, rumah sakit ini juga mendirikan Mini ICU di titik strategis area start/finish dan menyiapkan ambulans dengan peralatan emergensi lengkap yang mengikuti jalannya lomba.

?Tour de Banyuwangi Ijen adalah event berkelas dunia. Rute menanjak, turunan curam, dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kami siapkan peralatan dan tim terbaik untuk mendukung kelancaran lomba,? ujar dr Gede Koordinator Tim Medis RSU Bhakti Husada.

Pengawalan Kesehatan dari Start Hingga Finish

Selama lomba berlangsung, tim medis RSU Bhakti Husada terbagi dalam beberapa pos:

Mini ICU statis di area start/finish untuk penanganan darurat cepat.

Tim mobile yang mengikuti rombongan pembalap dengan ambulans.

Pos medis rute di titik-titik rawan insiden.

Di dalam Mini ICU, tersedia peralatan seperti monitor jantung, oksigen, defibrillator, obat-obatan emergensi, hingga perlengkapan tindakan cepat untuk cedera akibat kecelakaan. Seluruh peralatan ini setara dengan fasilitas ruang emergensi rumah sakit.

Tenaga Medis Berpengalaman Event Internasional, RSU Bhakti Husada mengerahkan tenaga medis yang telah berpengalaman di berbagai event besar, mulai dari Jember Fashion Carnaval, kejuaraan olahraga nasional, hingga penugasan saat kunjungan kenegaraan.

?Kami terbiasa menangani kondisi darurat dengan cepat, termasuk cedera akibat kecelakaan di jalan raya, dehidrasi, atau kelelahan ekstrem,? jelas dr Gede.

Tantangan di Rute Ijen, Etape menuju Paltuding ? kaki Gunung Ijen ? dikenal sebagai rute paling berat di TdBI. Elevasi yang tinggi memicu risiko altitude sickness (gangguan akibat ketinggian), kelelahan, hingga kram otot pada pembalap.

?Karena itu, tim kami tidak hanya fokus pada penanganan kecelakaan, tapi juga pemantauan kondisi fisik atlet sebelum, selama, dan setelah balapan,? tambahnya.

Keselamatan Jadi Prioritas, Selama TdBI 2025 berlangsung, beberapa insiden berhasil ditangani dengan cepat, mulai dari pembalap yang mengalami jatuh di tikungan, hingga official yang mengalami sesak napas akibat kelelahan. Semua kasus dapat tertangani di lokasi tanpa mengganggu kelancaran lomba.

?Kecepatan respon adalah kunci. Dalam hitungan menit, nyawa bisa terselamatkan,? tegas Koordinator Tim Medis.

Dukungan untuk Reputasi Banyuwangi, Keterlibatan RSU Bhakti Husada tidak hanya soal tugas medis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga reputasi Banyuwangi sebagai tuan rumah event internasional. Pelayanan kesehatan yang profesional dan sigap menunjukkan bahwa Banyuwangi siap menyelenggarakan ajang kelas dunia dengan aman.

Dengan pengalaman ini, RSU Bhakti Husada semakin mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit dengan pelayanan emergensi terdepan di Banyuwangi. ?Kami siap mendukung event-event besar berikutnya demi membawa nama baik daerah,? tutupnya.